Tuesday, September 02, 2008
Wednesday, March 05, 2008
Poor Jaden...
September ini Jaden akan masuk TK, dia senang sekali karena akhirnya dia akan naik school bus dengan Amira juga dan punya banyak teman seperti Amira. Tapi syarat untuk masuk TK disini kita harus punya immunization record yang lengkap. Seperti normalnya anak-anak umur 4 tahun lainnya, Jaden harus dikasih extra vaccine untuk melengkapi sebelum sekolah dimulai. Hari ini, kita ke downtown Raleigh untuk ke Wake County Clinic untuk dapat vaccine gratis.
Ternyata, Jaden tuh membutuhkan 6 vaccines (DTP/aP, Hep A, MMR, Prevnar, Polio & Chicken pox), tapi karena kita baru pindah dari Asia, dia harus diambil TB skin test shot dan karena lagi flu season, dia juga harus dapat flu vaccines, so total ada 8. Bayangin, tangan kiri kanan dan paha kiri kanan masing-masing 2 band aid. Dulu-dulu di Bangkok, Jaden ga pernah nangis kalo di vaccine karena emang ga pernah sampe 8 suntikan sekaligus, tapi kali ini, dia nangisnya sampe berdarah-darah, eh maksudnya sampe muntah-muntah setelah itu, kasihan banget kan
. Mungkin cuma satu atau dua yang pake suntikan biasa, tapi yang lainnya nurse itu pake The Biojector® 2000 (gambar dikanan) bunyinya seperti staple dan menurut nurse, vaccine itu masuk ke tubuhnya lebih cepat dari pada suntikan biasa, karena cuma "jetrek" udah beres dan ga ada jarum lagi, tapi serem banget ngelihatnya. Kayak ditembak gitu untuk ear pierce.
Setelah semua suntikan beres, Jaden ga butuh vaccine lagi sampe 2014, lama kan... asyik ya. Kecuali kalo kita pindah keluar US, perusahaan disini pasti mewajibkan kita vaccines untuk menghindari tertularnya penyakit-penyakit local yang tidak di inginkan, emang ada apa penyakit yang di inginkan.
Pulang dari clinic, gue janjiin Jaden untuk main di taman karena udara hari ini yang cantik, 64F dan sunny. Setelah dia selesai lunch and gue sholat, koc tiba-tiba sepi banget rumah, udah cari sana cari sini, eh akhirnya gue nemuin Jaden udah tertidur dengan lelapnya, mungkin karena pengaruh vaccines dan Tylenol kali ya, juga kecapekkan.
Tuesday, February 26, 2008
Nakalnya anak-anak
Duh, judulnya udah kayak nama film aja ya. Tapi kenyataannya emang gitu koc dan ini masalah terbesar yang pernah terjadi dengan keluarga kita. Kejadiannya begini...
Sore itu Amira masuk kerumah setelah beberapa jam main diluar dengan Amelia dan Koppal (anak-anak tetangga sepantaran Amira), lalu setelah itu dia minta dibukain noggin.com untuk main games. Tiba-tiba ada telpon dari Gretchen (ibunya Amelia, tetangga pas sebelah kanan rumah kita). Dia bilang ini bukannya masalah besar, tapi tadi saya lihat Amira dan Amelia ngegores/ngebaret mobil saya dengan batu dan itu cuma goresin kecil sih. Wah gile.. langsung aja gue kaget dengar cerita dia. Gue tanya dia apa dia lihat dengan matanya sendiri dan dia bilang iya, karena itu dia tegur cewek-cewek kecil itu langsung. Gue bilang, kita dirumah selalu kasih tahu mereka untuk tidah menyentuh mobil-mobil kita, bahkan dengan mainan mereka pun. Mereka sering bolak balik ke garasi untuk ambil mainan, scooter, sepeda dll deh dan mereka main dekat dengan mobil kita selalu. Tapi so far (udah 3.5 bulan ini) Alhamdulillah kita ga pernah ada masalah, jadinya gue kaget dong koc anak gue bisa berbuat seperti itu.
Untuk teman-teman lain yang anaknya udah lebih besar mungkin ini bukan masalah besar ya, tapi untuk anak-anak gue, ini masalah besar. Terus gue pikir, wah... gimana ya kalo anak gue ketahuan ngerokok, atau ketahuan nyolong barang orang, Naudzubillah Minzalik deh, knock on wood, jangan sampe ngalamin sesuatu yang bikin kita kecewa dengan anak-anak kita ya. Tapi ini kehidupan, semua diluar kuasa kita, kita cuma bisa besarin anak-anak sebaik-baiknya, tapi kalau ternyata pengaruh kehidupan diluar lebih besar? walah..walah.. gue mikirin ini aja udah ngeri, kadang-kadang gue berpikir, anak-anak gue jangan gede deh, tambah besar mereka tambah besar pula masalah yang akan datang kan.
Untuk teman-teman lain yang punya cerita soal kenakalan anak-anak, tolong dibagi dong, biar gue bisa siap-siap nih. Thanks ya...
Balik ke masalah Amira, Gretchen bilang, kalo anak-anak dia juga berbuat sesuatu yang tidak baik, gue harus cerita ke dia juga, dengan suara yang bergetar karena marah ke Amira, gue cuma bisa bilang, semua orang tua tentunya pengen anak-anaknya sebaik mungkin. Then hung up. Terus gue langsung interogasi Amira dan dia nangis. Gue masih belum dapat info bagaimana dia bisa memulai semua kejahatan kecil itu. Akhirnya gue bilang ama dia kalo dia grounded, no cartoons, no games and no playing outside for five days (gue cuma pikir umur dia 5, so dia dapat 5 hari, kalo dia 13, 13 hari kali ye...). Dan dia bilang ok and minta maaf. Ya udah, sore itu berlalu dengan tenang karena Amira mereka bersalah. Mudah-mudahan mereka belajar deh dari pengalaman ini ya.
Thursday, February 21, 2008
Goody Bag
Belum lama, anak tetangga ulang tahun. Mereka bikin party dgn theme Princess and Pirates (ga nyambung ya). Anak-anak excited dari jauh-jauh hari. Sampe-sampe JJ ga sekolah, karena hari Selasa dan sekolah Amira libur (karena teachers work day), yang ultah, Amelia, seumuran Amira. So anak-anak lain sih pada libur. Ga papa lah, kita pikir cuma preschool dan ada magician, kasihan kalo JJ ikutan.
Sebelum ke pesta, kita anter Jaden swimming class dulu, lalu di mobil sempat ngobrol-ngobrol, gue bilang, setiap party itu beda-beda lho, kalo mereka ga punya goody bag, jangan tanya-tanya atau minta ya, karena goody bag itu bukan kewajiban tiap party. So mereka ngerti lah setelah bertanya ini itu.
Lalu pulanglah mereka dari party itu. Setelah dirumah, JJ main dengan isi dari goodybag dia. Lalu tiba-tiba Amira ambil selembar kertas dari tas itu, rupanya peta punya si Pirate. Gue bilang Amira, itu kan punya JJ, dia bilang itu punya Amira, gue tanya JJ, dan JJ bilang iya. Terus gue tanya dia, tas Amira mana, dia bilang ga ada, karena Mrs Gretchen (ibu si bday girl) lupa. Dia bilang semua anak dapat goodybags, kecuali dia. Rupanya anak-anak yang datang lebih banyak dari perkiraan dia. Gue tanya dia, kamu sedih ga dapat goodybag? Dia bilang enggak. Alhamdulillah, lega gue dengarnya. Mungkin karena kita sudah bicarakan masalah ini sebelumnya ya. Tapi gue takut dalam hatinya dia kecewa. Gue ga nyangka
Wednesday, December 05, 2007
Transisi di Amerika
Kita harus packing lagi, wuih... bosan rasanya, ngelipat-lipat baju lagi, siapin box-box lagi untuk dimasukin baju dan yang lain-lainnya. Tapi begitulah hidup kita. Lalu datanglah mover untuk ambil barang-barang kita (sebagian barang-barang dari Bangkok yang dikirim lewat udara dan barang-barang yang kita tinggalin di US dan mendekam di storage room selama empat tahun). Tapi... barang-barang ini ga akan kita terima langsung di North Carolina, karena kita akan tinggal di furnished apartment selama sebulan. So, sekali lagi (setelah berkali-kali) kita hidup cuma ngandelin tas koper kita lagi, bete ga tuh.
Akhirnya, dengan sedih bercampur bahagia (sorry Jeff, tapi kebanyakan bahagianya nih gue ninggalin Wisconsin), berangkatlah kita ke NC dengan mobil, sayang kita lupa foto isi mobil yang penuhnya gila-gilaan. Thanks so much to Dave who helped Jeff packing the van. Anak-anak kasihan sekali, kaki mereka susah digerakkan karena begitu dekat posisinya dengan kursi kita. Tapi mereka benar-benar manis selama perjalanan itu, kita spoiled mereka dengan DVD, apa aja movies yang mereka minta, kita kasih, yang penting mereka tenang dan tidak bosan, karena kan perjalanan kita jauh sekali. Kita stop di Chicago untuk lapor diri di KRJI sekalian apply untuk dua warna negara untuk anak-anak. Setelah itu jalan lagi. Karena hari udah gelap, kita stop di Lexington, Kentucky. Sayang kita tidak sempat mencari KFC sepanjang jalan, padahal pengen tahu aja KFC dari tempat asalnya, beda ga ya rasanya, ih.. norak banget ya gue.
Setelah tidur 8 jam dihotel, kita cabut lagi pagi-pagi. Karena kita ada target, harus sampai di Durham sebelum jam 5 sore, setelah itu office apartment tempat kita akan tinggal sebulan akan tutup dan buka lagi hari Senin, lalu kita harus cari hotel lagi dong, ga mau lah yaw....
Alhamdulillah semua lancar dan kita sampe dengan selamat dan tepat waktu. Wuih... akhirnya... kita bisa turunin semua barang-barang di van, cepat banget lagi, ga selama waktu masukkinnya lho. Senang banget akhirnya kita bisa tidur dikamar masing-masing lagi, karena kan kita dua bulan tidur satu kamar berempat. Akhirnya gue bisa masak sendiri lagi dapur gue.
Thursday, July 19, 2007
Transisi di Asia
Gue paling benci masa transisi ini, karena ada perasaan yang tidak enak yang selalu terulang pada masa-masa ini. Pertama-tama adalah saying good bye ke semua orang yang akan kita tinggalin. Akan ada banyak farewell parties, so far kita udah melewati dua pesta, satu dari teman-teman Jeff dan satu dari teman-teman gue. Banyak airmata terkuras yang sudah mengalir dipipi gue and teman-teman tercinta gue. Lalu masa-masa packing or beberes, sedih rasanya harus ngebuang barang-barang yang menurut gue masih berguna tapi ga mungkin gue bawa ke hotel. Melihat foto-foto dan wallhangings turun dari dinding, berat sekali rasanya. Seperti kita tinggal ditempat asing, bukan home kita lagi. Lalu berdatanganlah mover untuk bungkus-bungkusin semua barang yang harus dikirim ke US, makan waktu 4 hari untuk mereka mengerjakan semua itu. Ada 235 boxes yang kita kirim lewat laut dan 16 boxes yang kita kirim lewat laut. Kita masih dapat jatah 8 tas yang bisa kita check in dipesawat ke US nanti.
Masa-masa menjual barang-barang yang kita tidak butuhin udah lewat, lumayan banyak kita dapat uang dari jual barang-barang anak-anak seperti sepeda roda tiga, wagon, strollers, dan banyak lagi barang-barang lain.
Akhirnya apartment kita kosong, saatnya kita bersih-bersih sebelum kita serahin kunci ke management apartment. Soalnya owner apartment kita itu matanya jeli banget dan mereka dengan senang hati akan menguras dompet kita untuk suatu hal kecil yang mereka pikir merugikan mereka. Seperti untuk paku didinding bekas wallhanging, kita harus bayar 100 baht, sekitar 27,000 rupiah per hole, kebayang dong dirumah kita ada kali total 20 paku. Untungnya Jeff sempat nambal semua bolongan dari paku itu sebelum kita pindahan. Lalu kita hapus semua coretan dari spidol di furniture kita, Alhamdulillah ada pasta gigi, berguna sekali untuk bersihin furniture dari kotoran. Kasur Jaden kita balik dari dia sering ngompol dikasur itu dan menimbulkan pulau diatas kasur. Akhirnya selesai juga kita beresin aparment itu.
Dua hari kemudian, Jeff dan Chanya (asistennya Jeff di kantor) walk thru dengan pihak management. Gue ga bisa ikutan, ga mau sih tepatnya, karena gue akan berantem pasti dengan mereka, maklum, mana ada sih tenant yang mau diplorotin, karena menurut gue setelah 2 tahun tinggal disitu, semua normal lah. Akhirnya Jeff telpon, laporan hasil dari walk thru. Ga separah yang gue pikir, tapi yang paling bikin bete adalah kita kebobolan dikamar pembantu. Karena menurut gue nih, dia tahu banget kita bak bik buk ngebersihin semua ruangan, pasti dia juga mikir kamar dia kudu bersih dong ya. Ternyata salah besar, tempat tidur dia harus dicuci karena kotor, tutup toilet seat itu banyak baret harus diganti, terus tutup mesin juga juga rusak, aduh... kesel banget deh gue dengarnya.
Tapi ya sutralah... semua sudah lewat, ikhlasin aja lah semua biaya yang harus kita keluarin. Gue harus belajar ikhlas untuk segala hal lebih banyak.
Sunday, June 03, 2007
Semua akan mati







